Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah China, India, Amerika Serikat. Dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 poersen setiap tahun, bila saat ini jumlah penduduk di Indonesia 240 juta jiwa, diperkirakan terjadi penambahan 10.000 bayi lahir setiap hari.
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang tidak diimbangi dengan
peningkatan kualitas sumber daya manusia tentu cukup mengkhawatirkan.
Saat ini angka rata-rata lama sekolah (years of scholling) penduduk
Indonesia adalah 5,9 tahun. Itu artinya kalau dirata-rata penduduk
Indonesia hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah dasar.
Masalah kependudukan di Indonesia masih diperumit dengan berbagai
problem sosial kemasyarakatan yang cukup serius. Kecenderungan menikah
di usia muda, memiliki anak ketika usia belum mencukupi, atau gaya hidup
seks bebas yang banyak menggejala di masyarakat perkotaan jelas menjadi
persoalan serius yang harus dihadapi bersama.
Problematika kependudukan ternyata menjadi perhatian para blogger
yang hadir dalam diskusi publik bersama para bloger yang digelar Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan
Kompasiana di Tartine Café, FX Sudirman, Jakarta, Rabu (19/6). Diskusi
bersama para blogger ini dikenal dengan sebutan “Kompasiana Nangkring”.
Hadir sebagai pembicara antara lain Kepala BKKBN Prof. dr. H Fasli
Jalal, Sp.GK., Ph.D dan Deputy Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan
Keluarga Dr. Sudibyo Alimoeso, MA dan Wakil Pemimpin Redaksi Harian
Kompas Ninuk Mardiana Pambudi.
Penyelenggaraan Kompasiana Nangkring dengan mengambil tema Problema
Kependudukan ini didasarkan pada pemikiran bahwa masalah-masalah sosial
kemasyarakatan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah sendiri
tanpa mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dalam
mengedukasi publik untuk peduli pada peningkatan kualitas penduduk.
Sebagai kelompok strategis yang turut membangun opini publik
melalui blog, para blogger yang menyebarluaskan informasi melalui
berbagai cara termasuk pendekatann personal perlu diajak berpartisipasi
dalam mengedukasi publik. Tulisan yang dipublikasikan para blogger, di
era internet ini diyakini memiliki dampak yang cukup kuat di
masyarakat melalui tulisan-tulisan edukatif di blog.
Sumber: BKKBN

0 komentar:
Posting Komentar