Calon pengantin di Indonesia yang
diperkirakan mencapai 2 juta perlu mendapat edukasi dan informasi soal
program keluarga berencana (KB), kesehatan reproduksi, dan delapan
fungsi keluarga agar kelak bisa menjalankan kehidupan berkeluarga yang
sehat hingga menjadi keluarga kecil bahagia sejahtera.
“Calon pengantin mungkin perlu buku saku
yang berisi informasi tentang keluarga berencana dan soal kehidupan
berkeluarga. Kita nanti bisa menghidupkan kembali hotline service untuk
menjawab pertanyaan masyarakat tentang kependudukan dan KB,” kata Kepala
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof dr
Fasli Jalal, usai membuka bakti sosial dalam rangka Hari keluarga XX di
Kantor BKKBN, Jakarta, Rabu (19/6).
Bakti sosial yang digelar antara lain
pelayanan pemasangan kontrasepsi IUD, implant, dan MOP (medis operasi
pria), khitanan massal, dan pemeriksaan kesehatan, dan donor darah yang
diikuti oleh TNI, Polri, dan karyawan BKKBN, serta masyarakat sekitar
Kantor BKKBN Pusat. Bakti sosial ini didukung oleh Badan Pemberdayaan
Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta, Puskes
TNI, Puskesdes Polri, Unit Transfusi Darah RS Fatmawati, dan YKI.
Harapannya, bakti sosial ini dapat
meringankan beban keluarga dalam meningkatkan kesehatan reproduksi bagi
anaknya, dapat memberikan kontribusi untuk membantu sesama yang
membutuhkan darah, serta dapat meningkatkan budaya ber-KB dalam rangka
mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
Pelayanan KB secara mobile yang
berpindah-pindah tempat khususnya dengan sasaran di tempat padat
penduduk, masih terus dibutuhkan guna mendekatkan pelayanan kepada
masyarakat. “Tetapi yang paling penting adalah menyadarkan masyarakat
agar program KB itu menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga dengan
sukarela masyarakat mau memakai kontrasepsi,” ujarnya.
Cara pendekatan untuk menyadarkan
masyarakat masing-masing kelompok disesuaikan dengan kondisi
masyarakatnya. “Semua pasangan usia subur harus memahami untuk apa pakai
kontrasepsi. Mereka harus paham jika penduduk tidak dikendalikan ya,
dengan kontrasepsi nanti bumi ini tidak cukup. Penduduk dunia nanti di
tahun 2050 mencapai 9,4 miliar,” kata Fasli.
Sumber: BKKBN

0 komentar:
Posting Komentar