Senin, 01 Juli 2013

Posted by Unknown On 06.46
Persiapan Pernikahan Itu Penting
Calon pengantin di Indonesia yang diperkirakan mencapai 2 juta perlu mendapat edukasi dan informasi soal program keluarga berencana (KB), kesehatan reproduksi, dan delapan fungsi keluarga agar kelak bisa menjalankan kehidupan berkeluarga yang sehat hingga menjadi keluarga kecil bahagia sejahtera.
“Calon pengantin mungkin perlu buku saku yang berisi informasi tentang keluarga berencana dan soal kehidupan berkeluarga. Kita nanti bisa menghidupkan kembali hotline service untuk menjawab pertanyaan masyarakat tentang kependudukan dan KB,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof dr Fasli Jalal, usai membuka bakti sosial dalam rangka Hari keluarga XX di Kantor BKKBN, Jakarta, Rabu (19/6).
Bakti sosial yang digelar antara lain pelayanan pemasangan kontrasepsi IUD, implant, dan MOP (medis operasi pria), khitanan massal, dan pemeriksaan kesehatan, dan donor darah yang diikuti oleh TNI, Polri, dan karyawan BKKBN, serta masyarakat sekitar Kantor BKKBN Pusat. Bakti sosial ini didukung oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta, Puskes TNI, Puskesdes Polri, Unit Transfusi Darah RS Fatmawati, dan YKI.
Harapannya, bakti sosial ini dapat meringankan beban keluarga dalam meningkatkan kesehatan reproduksi bagi anaknya, dapat memberikan kontribusi untuk membantu sesama yang membutuhkan darah,  serta dapat meningkatkan budaya ber-KB dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
Pelayanan KB secara mobile yang berpindah-pindah tempat khususnya dengan sasaran di tempat padat penduduk, masih terus dibutuhkan guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Tetapi yang paling penting adalah menyadarkan masyarakat agar program KB itu menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga dengan sukarela masyarakat mau memakai kontrasepsi,” ujarnya.
Cara pendekatan untuk menyadarkan masyarakat masing-masing kelompok disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya. “Semua pasangan usia subur harus memahami untuk apa pakai kontrasepsi. Mereka harus paham jika penduduk tidak dikendalikan ya, dengan kontrasepsi nanti bumi ini tidak cukup. Penduduk dunia nanti di tahun 2050 mencapai 9,4 miliar,” kata Fasli.

Sumber: BKKBN

0 komentar:

Posting Komentar